Pages

Tumbuhan Sebagai Sumber Makanan

Dalam kondisi survival kita harus memiliki kemampuan mengenali tumbuhan yang dapat dijadikan makanan. Karna keseimbangan dan kelengkapan nutrisi merupakan hal yang esensial untuk menjaga kekuatan tubuh dan pikiran. Alam telah memberikan makanan yang berlimpah yang dapat menjadikan kita survive dalam cobaan berat, jika kita tidak memakan tumbuhan yang salah. Oleh karena itu kita wajib mengenali jenis-jenis tumbuhan yang dapat dimakan.

9-1. Pengenalan Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber makanan yang berharga karna mereka banyak tersedia, mudah di peroleh, dan dengan kombinasi tepat dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi. Pastikan kita mengenali jenis tumbuhan yang ingin dimakan sebelum mengkonsumsinya. Jangan sekali-kali memakan tumbuhan yang tidak di kenal. Tumbuhan yang tumbuh dekat perkampungan dan jalan raya biasanya pernah di semprot pestisida dan terpapar debu emisi kendaraan, sebaiknya cuci dengan bersih dan masak terlebih dahulu untuk membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Perlakuan yang sama sebaiknya dilakukan dengan tumbuhan yang hidup di sekitar air yang terkontaminasi. Kandungan racun suatu tumbuhan mungkin berbeda-beda meskipun masih dalam satu jenis, hal ini disebabkan faktor genetik juga lingkungan hidup. Sebagai contoh, beberapa jenis buah cherry dapat dimakan karna tidak memiliki racun, namun buah chokecherry memiliki kandungan sianida dengan konsentrasi cukup tinggi hingga dapat membunuh seekor kuda. Sebaiknya hindari daun, rumput atau tunas yang berbau almond, karna itu merupakan karakteristik tumbuhan yang mengandung unsur sianida.
Beberapa orang mudah sekali mengalami sakit lambung dikarenakan tumbuhan. Jika kita termasuk orang yang sensitif dalam hal ini maka sebaiknya hindari tumbuhan liar yang tidak dikenal, terutama tumbuhan menjalar, sebaiknya dihindari.
Beberapa tumbuhan yang dapat dimakan seperti biji-buah ara, daun pepaya dan lily air biasanya memiliki rasa yang pahit. Rasa tidak enak ini dikarenakan unsur tannin yang terkandung di dalamnya. Merebusnya berulang kali biasanya akan mengurangi rasa pahitnya. Ada juga yang memiliki rasa seperti terbakar pada mulut, tenggorokan dan dapat merusak ginjal. Hal ini dikarenakan kandungan asam oksalat di dalamnya. Rasa ini dapat dihilangkan dengan membakar, memanggang atau mengeringkannya.

PERINGATAN…!
Dalam kondisi survival, jangan sekali-kali memakan jamur dan tanaman jenis paku-pakuan seperti pakis hutan. Satu-satunya cara untuk mengetahui bahwa jamur dapat dimakan adalah dengan pengujian laboratorium, dan pakis hutan yang tua mengandung racun yang berbahaya. Tidak ada ruang untuk coba-coba dengan tanaman ini. Pengaruh jamur berbahaya terkadang muncul setelah beberapa hari dan sudah terlambat untuk di obati.

9-2. Pengujian Terhadap Tumbuhan Baru
Dibutuhkan lebih dari sekedar mengingat jenis varietas untuk mengidentifikasi tumbuhan. Faktor lain seperti bentuk dan tepi daun, susunan daun dan struktur akar. Bila kita sudah terlanjur menelan tumbuhan tak dikenal kemudian sakit perut, minum air hangat untuk menetralisir. Jika keadaan semakin parah segera muntahkan dengan mencolok anak tekak tenggorokan dengan ujung jari tangan atau dengan menelan arang agar racun terhisap kemudian dimuntahkan.
Sebelum melakukan uji coba terhadap tanaman baru, pastikan bahwa tanaman itu tersedia cukup banyak. Jangan membuang waktu dengan tanaman yang sulit di dapat. Tiap-tiap bagian dari tanaman seperti akar, daun, bunga, dan sebagainya dibutuhkan untuk uji coba lebih dari 24 jam. Ingat memakan tumbuhan dengan jumlah banyak pada saat lambung kosong dapat menyebabkan diare, mual atau kram perut. Meskipun setelah mencoba tumbuhan dan dirasakan aman, makanlah tumbuhan secara terbatas.


Untuk menghindari tanaman yang berpotensi beracun :
• Hindari tanaman yang mengandung getah putih atau kusam
• Hindari tanaman yang memiliki buah berwarna merah
• Hindari tanaman yang memiliki bau menyengat
• Hindari tanaman yang memiliki lima segmen pada buahnya
• Hindari tanaman yang memiliki biji, ubi pada kelopak bunganya
• Hindari tanaman yang memiliki duri atau bulu halus
• Hindari tanaman yang pahit atau berasa seperti sabun
• Hindari tanaman yang buahnya berbentuk seperti wortel
• Hindari tanaman yang berdaun seperti daun peterseli
• Hindari tanaman yang berbau almond pada batang atau daunnya
• Hindari tanaman yang tunasnya memiliki tiga daun
Kriteria diatas merupakan eliminator saat kita melakukan pengujian terhadap tanaman. Bahkan kriteria ini dapat membantu kita menghindari tanaman yang beracun untuk dimakan atau di sentuh.

Prosedur pengujian tanaman :
• Jangan mencoba beberapa bagian tumbuhan dalam waktu bersamaan, coba hanya satu bagian potensial tumbuhan dalam satu waktu.
• Pisahkan tumbuhan menjadi komponen dasar. Daun, tangkai, pucuk, akar, dan bunga.
• Jangan makan selama delapan jam sebelum melakukan tes.
• Selama waktu uji coba, jangan menelan apa pun selain air putih dan bagian tumbuhan yang kita uji coba.
• Persiapkan metode pengolahan tumbuhan seperti di rebus, dibakar dan sebagainya.
• Kita dapat mencoba menyentuhkan tanaman atau mengoleskan getah pada bagian tubuh seperti dibawah siku atau pergelangan tangan. Biasanya dibutuhkan waktu selama 15 menit untuk mendapatkan reaksi.
• Jika tidak ada reaksi pada kulit lanjutkan dengan menyentuhnya dengan ujung bibir, lalu tunggu selama 3 menit.
• Jika tidak ada reaksi, lanjutkan dengan meletakkan sedikit bagian tanaman pada lidah selama 15 menit.
• Jika tidak ada reaksi, letakkan sejumput bagian tanaman dalam mulut, jangan ditelan.
• Jika tidak ada rasa terbakar, rasa menyengat, gatal, mati rasa, atau iritasi setelah 15 menit, maka telan.
• Tunggu selama delapan jam, jika timbul gejala sakit pada perut, mual, pusing, jantung berdebar segera muntahkan dan minum air yang banyak.
• Jika tidak ada gejala selama delapan jam, makan sebanyak seperempat cangkir bagian tanaman dengan cara pengolahan yang sama lalu tunggu selama delapan jam lagi. Jika tidak ada gejala keracunan maka artinya tanaman aman dimakan.• Jangan memakan bagian tumbuhan terlalu banyak

PERINGATAN…!
Lakukan uji coba pada semua bagian tanaman, karna beberapa tanaman ada bagian yang dapat dimakan dan tidak dapat dimakan. Jangan berasumsi bahwa tumbuhan yang dapat dimakan setelah diolah dapat dimakan dalam keadaan tidak diolah. Uji coba tumbuhan dapat berefek berbeda-beda pada tiap-tiap individu.

Salam Juang...!

0 comments:

Poskan Komentar

ATTENTION :
Don't put useless URL..!!!
We hate spam, and we ain't a spammer.
If you don't know what you have to say, better leave it empty...