Pages

Arah

Berada pada tempat yang tepat pada waktu yang tepat merupakan hal yang penting. Arah mengambil peranan penting dalam keseharian, begitu juga bagi para pendaki gunung, penjelajah rimba, penyusur rawa dan sungai.

Para personel militer, pendaki gunung, penjelajah rimba, dsb memerlukan cara untuk menyatakan arah yang akurat dan dapat digunakan secara bersama-sama di setiap bagian permukaan bumi ini. Ada beberapa metode yang digunakan dalam menyatakan suatu point atau arah, yaitu:
a.Derajat. Unit ukur yang sering dan banyak di gunakan adalah derajat  (°)  yang memiliki subdivisi menit (‘) dan detik (").
1 derajat   = 60 menit.
1 menit      = 60 detik.
b.Mil. Merupakan unit ukur khusus militer (disingkat=mil) yang sering digunakan oleh pasukan artilleri, tank dan meriam mortir. Mil membagi lingkaran menjadi 6.400 sudut dengan vertex pada pusat lingkaran. Ukuran ini dapat menggunakan dua metode ukur sekaligus. Lingkaran yang memiliki nilai 6.400 mil dibagi 360 derajat, atau 17,78 mil per derajat.
c.Grad. Merupakan unit ukur yang terkadang di temukan pada peta asing. Terdapat 400 grad dalam sebuah lingkaran (sebuah sudut 90 derajat sama dengan 100 grad). Tiap-tiap grad dibagi menjadi 100 menit centesimal (centigrad) dan menit dibagi menjadi 100 detik centesimal (miligrad).

Untuk melakukan pengukuran dan untuk menyatakan arah menjadi unit ukur, dibutuhkan suatu titik awal dan point referensi. Terdapat tiga buah garis dasar, yaitu : true north, magnetik north, dan grid north. Dan yang sering digunakan adalah magnetik dan grid.

Azimuth adalah sudut horizontal yang diukur searah jarum jam dari garis dasar utara. Garis dasar utara ini dapat di ambil dari true north, magnetic north atau grid north. Azimuth merupakan metode yang sering digunakan untuk menyatakan arah.
  1. Back Azimuth. Back azimuth adalah arah kebalikan / lawan arah dari azimuth. Untuk mendapat hasil back azimuth dari azimuth, tambahkan 180 derajat pada azimuth yang memiliki sudut kurang dari 180 derajat. Sedang untuk azimuth yang memiliki sudut lebih besar dari 180 derajat harus di kurangi dengan 180 derajat. Back azimuth untuk sudut tepat 180 derajat dapat di beri nilai 0 derajat atau 360 derajat.
  2. PERINGATAN
    Saat mengkonversikan azimuth ke back azimuth, selalu perhatikan saat menambahkan atau menguranginya dengan 180 derajat. Kesalahan kecil dapat menyebabkan malapetaka.
    b.Magnetic Azimuth. Magnetic azimuth merupakan hasil pengukuran yang di dapat dari menggunakan instrument magnetik, seperti kompas lensatik, kompas M2 dsb.
Protraktor memiliki banyak tipe, lingkaran, setengah lingkaran, kotak dan segi empat. Semua jenis protraktor itu membagi lingkaran ke dalam unit ukur tertentu dan masing-masing memiliki titik pusat dan sudut ukur di bagian tepi luarnya.
Protraktor militer, GTA 5-2-12, memiliki dua buah sudut ukur: satu dalam derajat dan yang lain dalam mil. Protraktor ini menampilkan lingkaran azimuth. Sudut yang ada pada protraktor di mulai dari 0 sampai 360 derajat, dan tiap garis yang ada mewakili satu derajat. Garis yang membujur dari 0 ke 180 derajat di sebut garis dasar / base line protraktor. Dan titik pusat protraktor berada pada garis singgung yang dihasilkan dari pertemuan garis dasar protraktor dengan garis yang dimulai dari 90 ke 270 derajat. Saat menggunakan protraktor, garis dasar protraktor harus selalu sejajar dengan garis grid utara-selatan. Artinya titik 0 atau 360 derajat harus selalu menghadap arah utara dan sudut 90 derajat berada pada sisi kanan.
Protraktor GTA 5-2-12
Menentukan grid azimuth.
1.      Tarik garis yang menghubungkan dua buah point (A dan B).
2.      Letakkan titik pusat protraktor pada point awal dan sejajarkan garis 0 - 180 derajat dengan garis grid vertikal.
3.      Baca nilai sudut yang di dapat pada sudut ukur, maka hasil yang di dapat adalah grid azimuth dari point A ke point B.
Untuk mendapatkan hasil yang akurat dengan menggunakan protraktor selalu pastikan untuk memeriksa apakah garis dasar / base line protraktor sudah sejajar garis grid utara-selatan.
Deklinasi adalah sudut yang menjelaskan perbedaan antara sudut utara magnetik dengan sudut utara sebenarnya / true north. 
a.Lokasi. Diagram deklinasi merupakan bagian dari informasi marginal. Pada peta skala besar informasi ini berada pada tepi bawah, dan pada peta skala menengah informasi ini berbentuk catatan pada bagian tengah tepi bawah peta. 
b.Grid-Magnetic Angle. Nilai G-M angle merupakan ukuran sudut yang berada diantara grid utara dan magnetik utara. G-M angle ini merupakan hal yang sangat penting bagi pembaca peta / navigator. G-M angle ini digunakan untuk menaksirkan nilai azimuth yang dihasilkan dari magnetik azimuth kompas ke grid azimuth pada peta, sehingga kesalahan arah dapat di hindarkan.
c. Pemusatan Grid. Sebuah busur yang terdiri dari garis putus-putus yang berpusat pada true north dan grid north.
d. Konversi. Terdapat sudut yang membedakan grid north dan magnetic north. Selama arah magnetic north tidak sesuai dengan garis grid north pada peta maka konversi dari magnetic ke grid atau sebaliknya di butuhkan
e. Pengaplikasian. Ingat, tidak ada nilai negatif azimuth pada lingkaran azimuth. Nilai 0 derajat sama dengan 360 derajat, maka 2 derajat sama dengan 362 derajat. Karna nilai 2 derajat berada pada titik yang sama pada titik 362.
Catatan:
Saat mengkonversikan magnetik azimuth ke grid azimuth. Perhatikan saat menambahkan atau menguranginya dengan G-M angle. Kesalahan kecil satu derajat dapat memberikan perbedaan yang signifikan di lapangan.
Gambar 6-2. West G-M angle dan East G-M angle

Gambar 6-3. G-M Angle
Salam Juang...!

8 comments:

Edis mengatakan...

Aasalamualaikum...
saya pembina pramuka di gugus depan...saya melihat sangat bagus isi materi yang disampaikan dari situs ini.....bolehkah saya bukukan materi yang ada di situs ini untuk keperluan pendidikan navigasi peserta didik pramuka?

Action Junky (Author) mengatakan...

@Edis
Wa alaikum salaam
Untuk lebih mudahnya silakan download E-Book yang telah disediakan dan cetak.
anda berhak menyebarkan E-Book yang ada selama tidak menghilangkan source link yang telah ada..

Regard

Anonim mengatakan...

izin ngupi e-booknya kang... hatur nuhun...

daniel fernando mengatakan...

mohon izin buat ambil materinya kang.

Sulaiman Ace mengatakan...

keren banget artikelnya.. Lanjutkan.. :)

Fadhil M.K.E mengatakan...

nama mas siapa

Wardana Putra mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Wardana Putra mengatakan...

salam Pramuka
Saya dari Anggota Saka Wira Kartika,saya lihat materi ini sangat Bagus dan sempurna namun Kak saya mau bertanya tentang adakah kesamaan Protactor Luar negeri sama Protactor Milik Tni? karena saya sedikit bingung tentang cara penggunaannya.
Terima kasih
Salam Pramuka

Posting Komentar

ATTENTION :
Don't put useless URL..!!!
We hate spam, and we are not a spammer.
If you don't know what you have to say, better leave it empty...